30 Dec 2018

2222 Kata dalam 2 Jam Perjalanan Pertama Kali Dengan Kereta Api

December 30, 2018 2 Comments

Saat masih kecil, aku bermain dengan banyak permainan seperti semua anak pada umumnya Tetapi juga gemar membaca seperti para orang dewasa yang dianggap oleh orang dewasa lainnya kutu buku. Rata-rata adalah buku pengetahuan anak semacam ensiklopedia, cerpen dan komik. Dibandingkan dengan bermain, membaca lebih kunikmati dengan tingkat menghibur yang setara seperti kartun-kartun Jepang favoritku pada hari minggu. Buku menyimpan banyak informasi. Kadang tanpa kita perlu mengalami suatu hal dan kejadian, kata yang tertuang dalam tulisan dapat membuat kita seolah mengalami hal yang sama. Misalnya saja, soal isi tentang suatu transportasi dalam buku yang selalu membuatku berkhayal berada di dalamnya dan mengucapkan pertanyaan kepada orangtuaku "kapan?", setiap kali aku melihatnya. Baik di buku maupun kartun, ada satu gambar transportasi dengan bentuknya yang panjang, disebut berlari terlalu cepat, dan kursinya terlampau banyak. "Pa,ma. Kapan naik kereta api?"
Entah mengapa, meski sudah membayangkan sedari kecil, baru setelah dewasa aku merasakan pengalaman tersebut yang terjadinya baru-baru ini, dimana aku melakukan perjalanan antar kota dengan kereta api Indonesia. Bukan sekedar kereta biasa, melainkan kereta api bima eksekutif yang berhasil memberikanku pengalaman pertama yang mengasyikkan. Coba baca deh, mungkin kamu akan menemukan sesuatu di dalamnya yang membuatmu berkata, "kapan?" sepertiku dulu.
Jangan lupa tunjukkan ekspresi. Karena bila kamu terdiam tandanya kamu iri, jika tersenyum tandanya kamu paham yang kurasakan, dan bila berdecak tandanya kamu ingin juga. Sementara bila kamu menutup halaman ini padahal baru mulai membaca tandanya...kamu kurang minat baca.

1. Sesekali, biarkan kenyataan sama persis seperti khayalan

Mari kita mulai cerita ini dari pena yang baru dicelupkan di dalam tinta, yaitu awalnya. Jadi, kamu tahukan kalau instagram adalah salah satu aplikasi paling banyak digunakan? Mereka bilang, cara cepat untuk membuat orang iri adalah menghiasi feed instagram dengan foto-foto menarik, sementara kebalikannya adalah cara cepat untuk menjadi iri. Dan yang membangkitkan rasa iri sekaligus keinginan masa kecilku menaiki kereta adalah saat aku melihat foto-foto kece para pengguna instagram dari Jepang.
Diantara foto seseorang yang duduk di kursi kereta sambil tersenyum lebar, berdiri di stasiun dan menatap kamera dengan penuh makna, serta menatap keluar jendela sambil melihat pemandangan, sejujurnya wajah dan pose kece hanyalah bonus yang menjadikan foto mereka menarik perhatianku. Yang membuatku paling tertarik adalah latar interior kereta yang mereka naiki. Ada yang dihiasi hello kitty, anpanman, hingga kereta yang terlihat bersih dan modern. Itulah Jepang. Indonesia sudah seperti itukah? Karena tak pernah memperhatikan perkembangan kereta api, tepat setelah proses iri terjadi aku menengok untuk pertama kalinya seperti apa kereta negeri di jaman now melalui instagram resmi KAI, yakni @keretaapikita.
Dari sanalah kusadari, bahwa selama ini aku kurang melihat dan menyadari perkembangan kereta api negeri. Gak pernah kusangka, kereta yang dulu kerap disebut kurang dalam fasilitas, bisa berkembang sangat pesat hingga kini terlihat seperti apa yang kulihat dari Jepang. Meski hanya dari foto, aku dapat merasakan kenyamanan yang dirasakan penumpang. Baik kelas ekonomi terbaru hingga eksekutif, isinya tertata rapi dan bersih. Melihat semua itu, aku tahu sudah saatnya untuk merasakan seperti apa menaiki kereta api tanpa perlu menunda lama. Ajaibnya, tepat setelah menunggu sebulan setelahnya dan menentukan tanggal libur, keberuntungan datang saat aku melihat pengumuman tiket promo dari PT. KAI, yaitu travel fair daop 8 Surabaya yang mengadakan promo diskon hingga 50% ke beberapa destinasi kota. Syukur dalam hati, aku selalu percaya Allah SWT Maha Esa.

2. Membeli tiket promo di event KAI "Travel Fair" dan bertemu dengan orang-orang asing yang kusebut teman

Awalnya ketika membaca mengenai promo yang diselenggarkan di Mall DTC Wonokromo Surabaya, aku sedang berada di tengah kota sekitar pukul 2 siang. Sementara batas berlangsungnya adalah pada pukul 16.00 WIB. Tidak sampai setengah jam perjalanan aku tiba di lokasi dan berharap dapat segera membeli tiket. Tetapi harapan tidak terwujud hari itu, antrian terlampau panjang harus membuat para petugas menutup akses dan menyuruh yang baru hadir untuk pulang dan kembali besoknya lagi.
Saat esok paginya aku kembali ke lokasi, tidak mengejutkan bila antri hari kedua akan jauh lebih panjang daripada hari pertama. Antrian tersebut seolah menggambarkan seberapa panjang kereta api itu. Kuberitahu saja apa yang harus dibawa pada saat mengantri pembelian tiket kereta api, yakni bolpoin. Karena panjang antrian, bolpoin yang dipinjamkan oleh petugas untuk mengisi formulir pun tidak cukup sehingga harus bergiliran memakai. Sebagai salah satu dari orang yang membawa bolpoin, tentu saja bolpoinku jadi incaran banyak orang untuk dipinjam juga. Tapi, gak masalah. Karena pada akhirnya bolpoin tersebut membuatku mengobrol dengan orang-orang asing yang kusebut teman.
Karena tidak pernah menaiki kereta, aku bertanya kepada salah satu orang yang meminjam bolpoinku cara mengisi formulir pemesanan tiket yang benar. Siapa sangka, pertanyaanku menarik perhatian yang lainnya juga. Jadilah kita semua saling share informasi untuk satu sama lain. Rupanya banyak juga yang belum pernah merasakan kereta api terbaru apalagi kelas eksekutif yang memang adalah promo saat itu. Mereka pun mulai mengobrol membandingkan kereta dulu dan sekarang. Salah satunya ibu yang membeli tiket perjalanan untuk tujuan Jakarta. Ia menceritakan bagaimana dulu saat naik kereta api bisa dapat makanan dan minuman gratis meski hanya nasi goreng. "Itu dulu gratis. Kalau sekarang, ya bayarlah", ujarnya. Tapi meski harus bayar, makanan di kereta api kini tersedia dalam banyak variasi menu yang lebih baik daripada sekedar nasi goreng.
Ada juga yang membeli tiket tujuan Semarang hanya karena ingin merasakan sensasi naik kereta api eksekutif. Ia mengatakan sudah terlalu lama tidak menaiki kereta. Terakhir kali, ia bahkan harus satu gerbong dengan ayam dan berdesak-desakan dengan banyak orang. Yang lucu, kami semua tertawa saat Ia memilih membeli tiket promo untuk tujuan akhir November buat liburan. "Kok pilih tanggal tua sih, mbak?" ujar cowok di depanku. "Ya dapat liburnya pas itu. Sing penting ngerasakno naik eksekutif." Jawabnya ikut tertawa.
Aku juga ikut jadi bahan tertawaan saat mengatakan tujuanku hanya sebatas Malang saja. "Walah, kok eman mbak. Antri panjang cuma ke Malang tok. Naik bus aja lho." Aku pun menjawab alasannya karena hanya memiliki waktu libur sehari.Tapi sampai menjelang akhir mengantri pun, mereka masih berusaha meyakinkanku untuk membeli tiket jarak jauh saja. Saat itu dalam hati aku berkata gak apa-apa gak beli yang jauh. Tapi kini setelah diingat perjuangan mengantri dan enaknya naik eksekutif, menyesal juga jadinya. 

3. Belajar untuk selalu tepat waktu seperti si kereta api

Saat hari keberangkatan yang kupilih tiba, Aku harus sudah berada di stasiun gubeng Surabaya pada pukul 6 pagi karena jadwalku adalah pukul 06.20 WIB. Jam 5 pagi aku keluar dari rumah agar dapat tepat waktu sampai stasiun. Saat itu aku yakin, bila memang kereta api telah mengalami kemajuan pesat, ketepatan waktu pastilah menjadi prioritas. Tiba di stasiun Gubeng ternyata tidak membutuhkan waktu selama yang kukira. Jalanannya cukup lenggang pada pagi itu sehingga aku dan adikku datang lebih awal dari perkiraan. Yah, aku mengajak adikku karena tidak ingin melakukan traveling sendiri. Kami berdua sama-sama tidak pernah menaiki kereta api, jadi tidak bisa mengandalkan satu sama lain. Tetapi seperti sebuah syair lagu, two is better than one. Solo traveling bagi beberapa orang mengasyikkan, tetapi memiliki teman seperjalanan selalu lebih menyenangkan.
Stasiun Gubeng terdiri dari dua bagian, yaitu yang lama dan yang baru. Kalau menaiki kelas eksekutif, turunnya di stasiun Gubeng baru. Dari saat di travel fair, aku baru tahu kalau membeli tiket gak langsung dalam bentuk boarding pass melainkan kode booking. Jadi terlebih dulu harus pergi ke mesin cetak yang ada di stasiun. Mencetak boarding pass setahuku harus dilakukan selambatnya sejam sebelum keberangkatan. Jadi sehari sebelumnya aku sudah pergi mencetak dan prosesnya sangat mudah, semenit saja gak sampai. Kepraktisan ini juga jadi salah satu bukti perkembangan kereta api Indonesia. 
Lokasi stasiun gubeng baru sangat bersih dan terawat. Kursinya banyak dan warga yang hendak berpergian pada waktu itu pun juga cukup tertib. Akses menuju kereta baru dibuka saat kereta telah tiba, yaitu tepat pukul 06.00 WIB. Dan kereta pertama yang hadir adalah kereta yang akan kunaiki, kereta api bima eksekutif.

4. Naik kelas eksekutif, karena yang pertama harus eksklusif

Aku ga paham cara mengetahui gerbong manakah kursiku berada, tapi semua diawali dengan yang pertama. Jangan malu bertanya karena semua petugas stasiun ada di sana untuk membantu. Posisi gerbong yang akan jadi saksi perjalanan pertamaku terletak di gerbong 8 yakni yang paling berdekatan dengan tempat masinis. Karena ini adalah tiket promo, jadi lokasi gerbong tidak bisa memilih sesuai keinginan. Aku ga kecewa meski harapannya ingin berada di gerbong tengah dekat makanan. Hanya saja kalau berdasarkan subclass, gerbong yang dekat dengan gerbong makanan memang adalah yang paling mahal diantara subclass eksekutif lainnya.
Saat itu, gerbong 8 termasuk yang isi penumpangnya sangat sedikit. Paling hanya ada 5 orang selain aku dan adikku. Nomor kursi kami adalah 2a dan 2b. Kursi A adalah yang dekat dengan jendela dan B adalah sebelahnya. Menelusuri jalan menuju kursi sudah terasa sekali seperti foto-foto kereta Jepang yang kulihat. Setiap sudut sangat bersih, tersusun rapi, dan selalu ada bantal di setiap kursi. Tirainya pun menggunakan konsep 'pull down to release', artinya cukup tarik hingga paling bawah dan lepaskan, maka tirai akan terlipat dengan sendirinya. Konsep ini membuat jendela terlihat lebih bersih dan modern daripada gorden kain biasa. Yang menarik, kereta juga dilengkapi lampu baca di atas setiap kursi penumpang yang bisa digunakan bila lampu utama diredupkan.
Kursi eksekutif cukup empuk, kalau digunakan untuk perjalanan jauh pasti akan terasa nyaman dan terhindar dari pegal. Posisi kursi pun dapat dimiringkan sesuai keinginan. Terdapat pula tempat untuk meluruskan kaki yang bila tak ingin digunakan, maka secara otomatis akan terlipat dengan sendirinya. Jadi tak perlu menggerakkan tangan untuk membenarkan posisi. Kusadari, ada perbedaan yang jelas terasa besar dari menaiki kereta api dengan transportasi lainnya yaitu ruang gerak. Berada dalam kereta serasa berada pada sebuah ruangan lengkap dengan hal-hal yang paling dibutuhkan pada saat perjalanan. Mulai dari tempat duduk nyaman, toilet, ruang beribadah, hingga tempat untuk makan. Bila berada di dalam kereta api, perjalanan lama pun tak akan membuat sumpek atau gerah karena di setiap kereta kini sudah dilengkapi AC. 
Pada saat kereta mulai berjalan dan meninggalkan stasiun gubeng menuju stasiun Malang, akhirnya aku pun merasakan sendiri kenikmatan paling utama dari menaiki kereta api.

5. Diantara biru, hijau, dan coklat yang menjadi satu dengan warna lainnya dalam kecepatan kereta api

Negeri kita ini memang indah. Dianugerahi banyak kekayaan alam. Kalau menengadahkan wajah ke atas, langit biru melebur dengan putihnya awan melambangkan ketentraman. Saat melihat hamparan pepohonan dan sawah, warna hijau jadi dominasi yang melambangkan kesuburan. Gunung menjulang tinggi berwana abu-abu bercampur coklat menandakan kekokohan. Aktivitas paling utama yang harus kamu lakukan bila berada di dalam kereta adalah duduk, sandarkan badan ke kursi, dan tengoklah ke luar jendela. Hanya itu. Dan kamu akan menyadari betapa yang terbaik dari hidup, adalah ketika kita dapat menikmati isi dari tempat kita hidup. Meski kereta berjalan dengan cepat, pemandangan indah alam selalu dapat kita nikmati meski sepersekian detik mata kita terpejam untuk berkedip. 
Aku rasa itulah perbedaan terpenting dari menaiki kendaraan lain dengan kereta. Selain itu juga, meski kereta tak bisa berhenti sesuka hati di tempat yang kita inginkan seperti ketika menaiki kendaraan pribadi, tetapi kita tak akan merasa lelah menyetir atau khawatir bila duduk terlalu lama, karena tanpa kereta berhenti pun kita dapat berdiri dan berjalan di setiap gerbongnya biar badan tidak kaku. Terdapat pula gerbong makanan yang dilengkapi meja makan, sehingga memberikan nuansa seperti berada di kafe berjalan. Atau kalau malas gerak seperti aku karena masih harus melewati gerbong lainnya, tunggulah hingga petugas kereta api berkeliling menawarkan makanan dan kita dapat memesan dari mereka. Lebih praktis lagj ketimbang menunggu, tersedia jasa pemesanan makanan online kereta via email, sms atau whatsapp. Setelah memesan dan mendapatkan balasan berupa konfirmasi pemesanan, kita tinggal menunggu sesuai dengan jam berapa kita ingin menyantap makanan tersebut untuk kemudian diantarkan. Sekali lagi, kepraktisan menandakan kemajuan. Dan bila duduk di kelas eksekutif, kelebihannya terasa pada kursinya yang memiliki meja makan sendiri. Melalui lengan kursi tempat siku kita bersandar, terdapat meja lipat yang dapat kita keluarkan dengan sesuka hati. 
Kereta tak secepat pesawat di atas langit dalam waktu tiba, tetapi tak ada waktu yang terbuang sia-sia bila kita tahu bagaimana harus menggunakannya. Misalnya saja, kamu harus mengerjakan tugas di laptop tetapi khawatir kalau di dalam kereta tak akan mampu menyelesaikannya. Padahal di dalam kereta, tersedia colokan listrik untuk kabel laptop maupun charger hp. Ingin mengetik pun tak jadi masalah. Meja makan lipat tadi juga bisa beralih fungsi sebagai meja laptop. Cobalah juga berjalan ke gerbong makan, bawa laptopmu dan kerjakan apa yang perlu kamu kerjakan sambil menyeruput teh atau kopi hangat. Dan saat kamu mulai merasa lelah melihat layar laptop, tengoklah kembali jendela dan lihatlah pemandangan alam di sekitar. Bila memiliki rute perjalanan jarak jauh, akan ada lebih banyak lagi pemandangan alam indah lainnya

6. Dan terakhir tapi bukan paling akhir, kereta api menurunkanku di tempat penuh warna

Ketika tiba di stasiun Malang, aku menyusuri jalanan setapak meninggalkan kereta api yang telah menemani perjalanan yang sangat berkesan selama sekitar 2 jam. Tidak ada kekecewaan, tak ada lagi membanding-bandingkan. Aku rasa Indonesia pun telah mampu memiliki kereta sebaik kereta di negara maju lainnya. Dan yang terpenting adalah pelayanannya. Saat berada di kereta maupun saat turun, para petugas selalu mengecek dan memastikan keamanan serta kenyamanan para penumpang. 
Setelah berpisah dengan kereta api, aku berjalan diantara arsitektur stasiun Malang. Kebersihan sangat terjaga di stasiun tersebut sama seperti halnya stasiun Gubeng Surabaya. Toiletnya bersih terawat. Salah satu hal yang menurutku terpenting untuk dijaga. Stasiun Malang berada di lokasi strategis dekat dengan pusat kota, seperti balai kota dan alun-alun. Tetapi bila ke Malang, ada satu lokasi kampung yang jaraknya dengan stasiun bisa ditempuh dengan berjalan kaki yaitu kampung tridi dan kampung warna warni. Dua kampung ikonik yang kini jadi incaran banyak wisatawan untuk berkunjung.
Kampung dengan hiasan seni penuh warna di setiap dinding rumah hingga atapnya, semakin mempercantik dan mencerahkan suasana hatiku usai menaiki kereta. Tetapi walau sudah berada di satu lokasi, kemana pun dan dimana pun itu, aku menyadari bahwa yang paling memberikan kesan terkadang adalah proses perjalanannya. Dan aku bersyukur dapat merasakan perjalanan yang baik di salah satu kereta api Indonesia dengan kualitas terbaik.

28 Dec 2018

Nyaman Abis, Ini 4 Alasan Kamu Harus Coba Naik Kereta Api Eksekutif

December 28, 2018 0 Comments
photo by: Instagram.com/@keretaapikita

Indonesia kian waktu semakin menunjukkan kemajuan dalam bidang transportasi, khususnya kereta api. Perkembangan kereta api di Indonesia kini terlihat lebih modern dan memiliki kualitas tinggi, hingga kerap kali disamakan dengan kereta api di negara-negara maju lainnya. Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi satu ini pun juga ikut dibuat berdecak kagum baik akan kebersihan maupun kenyamanan yang diberikan oleh kereta api Indonesia saat ini dibandingkan dengan dulu.
Tidak hanya oleh masyarakat Indonesia saja, pihak luar rupanya juga turut mengakui perkembangan akan prestasi dari kereta api Indonesia (KAI). Hal itu terbukti dimana pada pengumuman di world economic forum, layanan kereta api Indonesia berhasil menduduki posisi keempat terbaik setelah Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Hal itu pun menjadikan kereta api di negara ini berada di posisi lebih unggul dari negara besar lainnya seperti Cina, Australia, Selandia Baru, Vietnam, Mongolia dan Thailand.
Dalam perkembangannya menjadi transportasi yang lebih modern, salah satu kelas di kereta api yang mencuri perhatian dan menjadi favorit ialah kereta api kelas eksekutif. Memiliki kesan mewah dengan tempat duduk yang nyaman, banyak yang mengaku mendapatkan kepuasaan setelah menaiki kereta api kelas eksekutif, meski biaya yang lebih banyak harus dikeluarkan. Namun sebelum memusingkan mengenai biaya, ada baiknya kamu simak ulasan di bawah ini mengenai 4 alasan mengapa kamu harus mencoba menaiki kereta api Indonesia kelas eksekutif. Simak yuk!

1. Kereta api eksekutif punya kursi yang nyaman dan leluasa lho!


Nyaman Abis, Ini 4 Alasan Kamu Harus Coba Naik Kereta Api EksekutifIDNTimes/Calledasia
Salah satu alasan mengapa kelas eksekutif disebut spesial dan berbeda tentunya dapat dilihat dari kursi duduk yang disediakan. Bila kereta ekonomi dan bisnis memiliki tempat duduk yang dianggap kurang empuk, lain halnya dengan kereta api eksekutif yang tempat duduknya sudah seperti menaiki pesawat saja lho!
Tidak hanya tempat duduk yang empuk, jarak antara kursi yang kamu duduki dengan yang ada di depan dan di belakang pun juga cukup lebar. Sehingga posisi ini bisa memudahkanmu dalam mengatur posisi kursi, termasuk bila kamu ingin merebahkannya hingga batas 50 derajat.Kamu juga tidak perlu duduk berhadap-hadapan seperti kursi yang tersedia di kelas ekonomi. Selain itu, terdapat pula sandaran kaki otomatis yang dapat terlipat sendiri bila tidak digunakan. Hal ini pun tentunya sangat cocok untukmu yang berniat melakukan perjalanan jauh dan ingin meluruskan kaki di tengah perjalanan, agar tubuh tidak terlalu lelah dan kaku.

2. Dilengkapi fasilitas yang buat perjalanan semakin nyaman


Nyaman Abis, Ini 4 Alasan Kamu Harus Coba Naik Kereta Api Eksekutifinstagram.com/keretaapikita
Tidak hanya kursi yang empuk saja, Tetapi terdapat kelebihan pada setiap kursi yang bisa kamu temukan pada lengan tempat dudukmu. Saat membuka pinggiran kursi tersebut, kamu akan menemukan meja lipat khusus yang disediakan agar kamu dapat menyantap makanan langsung dari tempat dudukmu tanpa perlu duduk di gerbong makanan yang tersedia. Enaknya juga, meja tersebut bisa kamu alihkan fungsi sebagai meja laptop juga lho, sehingga kamu gak perlu kesusahan memangku laptop saat akan menggunakannya.
Tersedia juga lampu baca yang bisa kamu gunakan saat lampu utama kereta diredupkan pada saat perjalanan malam hari. Selain itu, pada beberapa kereta api eksekutif yang beroperasi, toilet yang disediakan pun terdiri dari dua jenis yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Selain itu perjalanan juga akan lebih nyaman dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit, karena kapasitas gerbong untuk kelas eksekutif biasanya hanya berkisar 52 penumpang saja.

3. Perjalanan yang ditempuh memakan waktu lebih singkat


Nyaman Abis, Ini 4 Alasan Kamu Harus Coba Naik Kereta Api Eksekutifinstagram.com/keretaapiinside
Jika kamu ingin menempuh perjalanan waktu yang lebih singkat dengan kereta api, maka jatuhkanlah pilihanmu pada kereta api kelas eksekutif. Untuk tempo perjalanan yang ditempuh, kereta api ekseskutif memiliki jarak waktu yang lebih singkat dibandingkan rute perjalanan bisnis dan ekonomi. Hal Itu karena kereta api eksekutif hanya melakukan pemberhentian di beberapa stasiun tertentu saja atau stasiun besar. Jadi, bisa lebih menghemat waktu, kan?

4. Harga tiket kereta api eksekutif lebih murah dari pesawat biasa  

Nyaman Abis, Ini 4 Alasan Kamu Harus Coba Naik Kereta Api Eksekutif

instagram.com/keretaapiinside
Memiliki kualitas tempat duduk empuk seperti layaknya pesawat, rupanya harga yang ditawarkan untuk menaiki kereta api eksekutif rata-rata memiliki biaya lebih irit ketimbang menaiki pasawat.  
Walau kekurangannya terletak pada jarak tempuh dimana pesawat tentunya memiliki waktu tiba yang lebih cepat, namun untuk penikmat travelling ataupun bagi kamu yang tidak masalah dengan waktu tempuh, kereta api eksekutif tentunya bisa menjadi pilihan tepat perjalananmu. Terlebih karena saat menaiki kereta, kamu akan disuguhi pemandangan alam indonesia yang menakjubkan di sekeliling yang sekaligus bisa digunakan untuk mencuci mata dan relaksasi dari rutinitas di keseharian.
Nah, itu tadi 4 alasan mengapa kamu perlu mencoba untuk sesekali menaiki kereta api eksekutif terutama pada saat perjalanan jauh. Meski harganya tergolong mahal dibandingkan dengan bisnis dan ekonomi, tetapi kenyamanan tentunya adalah hal penting dalam setiap perjalanan traveling. Betul gak, guys?

* artikel ini telah terbit sebelumnya di IDN Times.com. Silahkan cek tulisanku langsung di IDNTimes.com/@Calledasia  juga ya!

30 Oct 2018

Oktober & Sensasi Panas yang Membuatku Meminum Es Sari Jahe untuk Pertama Kalinya!

October 30, 2018 18 Comments

30 Oktober 2018, hari Selasa dan segala aktivitas di bulan Oktober yang akan segera berakhir. Lucu bagaimana bulan ini selalu menjadi bulan yang kunanti setiap tahunnya, namun disaat bersamaan juga sekaligus menjadi bulan yang paling membuatku khawatir. Kenapa? Karena tepat 25 tahun yang lalu, di bulan inilah aku membuka mata untuk pertama kalinya di dunia. Tentu aku merasa antusias karena pertambahan usia, tapi pertambahan usia juga sekaligus menjadi tanda bahwa aku semakin tua. haha

Aku kerap membayangkan bahwa di setiap bulan inilah para 'hakim imajinasi' akan muncul dan menilai sudah seberapa berkembang dan dewasakah aku kini saat usiaku bertambah. Aku rasa tahun ini, aku akan cukup berbangga di hadapan para 'hakim imajinasi'. Karena jika memang boleh berimajinasi, aku akan membayangkan para hakim akan berdecak kagum akan progress diriku dari tahun-tahun sebelumnya. Perlahan tetapi pasti, ada banyak impian yang sedari dulu kumiliki mulai menjadi kenyataan. sebut saja salah satunya menjadi seorang penulis. Aku memang belum menerbitkan satupun buku, tetapi aku cukup berbangga bisa menjadi bagian dari sebuah komunitas media online dan telah menulis cukup banyak artikel yang dapat dinikmati maupun menginspirasi banyak orang. 

Memiliki pekerjaan utama sebagai seorang cake artist di Luch Luch Cake, awalnya aku gak yakin dapat terus giat menulis seperti sekarang. Saat awal memulai karir sebagai cake artist saja, aku sampai harus cuti sejenak dari kebiasaanku menulis blog (sebelumnya aku adalah blogger di Luch Luch Craft). padahal sebagai seorang beauty & fashion blogger, aku sudah memiliki sejumlah pembaca aktif di blog tersebut. Tapi, tidak berlangsung lama aku menyadari, bahwa kecintaaan pada kegiatan tulis menulis merupakan hal yang lebih daripada sekedar hobi melainkan bagian dari diriku. aku gak bisa melepaskan atau pun sekedar melakukannya hanya karena terbawa mood saja. saat akhirnya mulai menulis di IDNtimes, mendapatkan respon yang luar biasa, hingga menanjak menjadi salah satu dari 100 rangking teratas, aku sadar bahwa sebenarnya aku bisa melakukan dua hal yang kucintai tersebut secara bersamaan bila aku memiliki kemauan yang kuat ditambah dengan time management yang tepat. Meski sibuk menghias kue hampir setiap harinya hingga terkadang sampai subuh sekalipun, sebisa mungkin aku meluangkan waktu untuk dapat tetap aktif menulis baik disaat jeda istirahat atau pun disaat akan menjelang tidur.


Walau demikian, tetap saja meski dengan tingkat aktifitas yang padat dan time management sekalipun, 'bumbu' utama yang dapat membuat kegiatan yang dikerjakan setiap harinya secara rutin dapat berjalan dengan lancar adalah pentingnya menjaga kondisi badan agar tetap fit. Bulan Oktober ini, gak pernah terbayangkan akan menjadi ujian bagiku dalam menjaga kesehatan. Matahari di langit sepertinya sedang protes akan kondisi bumi, sehingga sepanjang bulan ini ia sedang gencar-gencarnya mengubah kulit kita semua menjadi gosong. :P Meski hampir keseluruhan aktifitasku dikerjakan di dalam ruangan, tapi rasanya bahkan AC pun harus menyadari posisinya melawan kekuatan alam dan gagal meniupkan angin sepoi-sepoi melalui mesinnya. Ujung-ujungnya, aku jadi ikut-ikutan membeli dan mengkonsumsi berbagai jenis es setiap harinya. Mulai dari es teh, es doger, es campur, es oyen, es krim segala merk, sampai es batu di kulkas yang cuma berasa air putih saja kuminum sangking dahaga ini tak terbendung. Dikonsumsi hampir setiap hari, tentu saja yang seperti ini jatuhnya malah gak sehat.

Namun beberapa waktu yang lalu, saat sedang melakukan kegiatan leha-leha paling favorit yakni scrolling instagram, aku melihat postingan foto minuman sachet merk Herbadrink dari salah satu feed. Kalau berbicara mengenai minuman dalam bentuk sachet, aku biasanya kurang tertarik untuk membeli karena merasa lebih praktis kalau langsung membeli yang dijual dalam bentuk botol atau dapat langsung diminum.Tapi yang membuatku pada akhirnya cukup penasaran untuk mencoba adalah karena minuman sachet ini, sesuai dengan namanya, adalah minuman untuk kesehatan lho. Khasiat masing-masing variannya pun terpampang jelas di packing yang dengan mudah membuat kita tahu apa saja fungsi dari minuman yang akan kita konsumsi ini.


Kalau tidak salah, ada sekitar 12 varian Herbadrink tersebar di berbagai supermarket dimana 4 diantaranya merupakan varian rasa dengan tambahan catatan sugar free/bebas gula. Beberapa varian rasa yang tertangkap selfie bareng aku adalah varian rasa populer yakni sari jahe, sari temulawak dan lidah buaya. Ketiganya adalah varian rasa yang sebenarnya sudah cukup familiar sebagai bahan minuman di Indonesia untuk kesehatan. Sebut saja lidah buaya yang tidak hanya memiliki rasa enak dan segar, tetapi juga dikenal dapat berfungsi untuk memperlancar buang air besar. Pencernaan yang lancar tentunya sangat penting dibutuhkan oleh tubuh kita. Terlebih, lidah buaya ini merupakan sugar free sehingga akan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes sekalipun. Ada juga rasa sari temulawak yang baik untuk melindungi fungsi hati. Kalau berbicara soal hati, jadi inget hubungan aku dan dia yang kalau ga dijaga, ujung-ujungnya rusak :( Kalau khawatir hati bakal sakit, konsumsi temulawak ini untuk menghindari hal-hal semacam itu, Guys

Terakhir dan yang akhirnya aku beli adalah Herbadrink sari jahe yang manfaatnya dapat menghangatkan sekaligus menjaga daya tahan tubuh. Meski gak setiap saat, aku dari dulu memang suka mengkonsumsi jahe kalau merasakan badan mulai gak enak. Aku kalau capek sedikit pasti sakit. Telat makan dari jam biasanya, langsung masuk angin dan hidung meler seharian. Karena aku gak mau mengkonsumsi obat-obatan, pasti untuk menghangatkan badan tadi aku langsung ngeluarin jahe dari kulkas dan iris-iris buat dijadikan teh jahe. Jadinya, aku senang banget mengkonsumsi sari jahe ini. Meski baru sebentar berkenalan, aku sudah merasakan manfaat dan kepraktisannya yang gak perlu membuatku masih potong-potong jahe di dapur, tapi bisa langsung dikonsumsi dengan cepat. Di akhir Oktober ini, perlahan cuaca mulai semakin gak jelas. Panas tapi langitnya sebentar terlihat mendung seolah bakal hujan. Kalau sudah demikian, pasti tandanya musim sakit tiba. Maklum,perubahan cuaca acap kali disebut dengan udara yang gak baik buat tubuh. Kalau sudah seperti ini, aku berusaha keras untuk berhenti membeli minuman dingin meski sebenarnya pingin banget.


Karena aku ini termasuk anak jaman old, aku masih ingat banget nih sama jaman saat dulu mbok jamu kerap keliling perumahan buat menjual jamu. Papa dan mama aku dulunya rajin  mengkonsumsi jamu. Jamu kan minuman herbal, jadi tentu saja ramuan yang sangat dipercaya oleh banyak orang kalau soal menjaga kesehatan. Tapi kalau untuk jaman sekarang ini, aku sudah gak pernah lihat ada mbok jamu yang keliling perumahan. Kalau mau beli jamu, ya harus usaha dulu cari keluar rumah.. cukup kangen sebenarnya sama masa-masa itu. Kalau mengkonsumsi minuman Herbadrink ini entah kenapa aku jadi ingat kebiasan lama minum jamu. Semakin berkesan tentunya karena Herbadrink punya rasa yang gak buat trauma haha ( tahu sendiri kan jamu pahit hit hit..) :D




Rasanya sari jahe ini benar-benar nyegerin dan enak lho. Karena ada campuran gula jawa di dalamnya, jadi rasa dari gula jawa tersebut cukup mendominasi rasa di dalam minuman ini. sementara jahenya lebih terasa saat sudah sampai di tenggorokan yang melegakan banget. Meminum jahe inipun buat aku bereksperimen dengan gaya baru, yakni meminum es jahe! karena gak bisa lagi mengkonsumsi segala macam es tadi meskipun rasa panas masih kerasa, es jahe inipun berhasil menyelamatkanku dari dahaga kepanasan. Selama ini aku gak pernah mengkonsumsi jahe dengan es karena menurutku gak nyambung aja sih hehe. Tapi karena dalam bungkusnya tertera minuman ini bisa dikonsumsi dingin pula, jadilah aku coba-coba juga :)

Di beberapa feed instagram yang aku lihat, banyak orang-orang yang cukup kreatif pula dengan mengolah minuman es sari jahe lebih lezat lagi. Ada yang mencampurkan dengan nata de coco, ada pula yang mencampurkannya dengan irisan buah-buahan sementara serbuk sari jahe menjadi pengganti dari sirup. Bisa dicoba buat lain kali nih!


Sambil menikmati kesejukan rasa dari es sari jahe, aku menikmatinya dengan camilan martabak homemade buatan mama . Susah pasti untuk kita yang terbiasa mengkonsumsi gorengan tiba-tiba harus berhenti makan-makanan tersebut karena faktor ingin hidup sehat. Memang penting untuk gak terlalu sering memakan makanan goreng-gorengan atau berminyak. Makanya, sambil pelan-pelan mulai mengurangi konsumsi makanan tersebut, aku lebih memilih buatan homemade yang proses pembuatan dan bahannya telah terjamin. Tentunya pula, akan semakin pas diselingi dengan minuman Herbadrink biar dapat menjaga kesehatan tubuh. Sambil perlahan-lahan pula, aku akan berusaha untuk semakin mengurangi makanan yang tidak baik dan lebih banyak mengkonsumsi makanan sehat khususnya buah dan sayur. 
Terlebih, karena sekarang aku sudah berumur seperempat abad, Guys hahaha 



semoga tulisan sederhana ini setidaknya dapat menginspirasimu meski hanya sedikit, kawan. 
Believe for a better tomorrow while enjoy your life for today :)


xoxo

calledasia

facebook : Icha Lakawa
instagram : @calledasia
twitter@calledasia







2 Oct 2018

Review: Pengalaman ke Big Bad Wolf Surabaya 2018. Lebih Menarikkah?

October 02, 2018 1 Comments



Halo BookLover ~!

Bazar Buku terbesar di Indonesia yakni BIG BAD WOLF kembali hadir di Surabaya untuk kali ketiga. Tahun lalu, aku berbagi pengalaman dalam tulisan di blog saat menghadiri BBW2017 dengan tiket preview pass (akses masuk sehari lebih awal). http://www.luchluchcraft.com/2017/10/review-pengalaman-ke-big-bad-wolf.html

Nah, tahun ini pun aku berhasil mendapatkan tiket preview pass tersebut lho! Di bawah ini aku bakal tulis perbedaan apa saja yang kurasakan dari tahun lalu, dan kira-kira lebih seru yang manakah? Scroll ke bawah yuk!


( Untuk lebih memberikan gambaran jelas, kalian bisa terlebih dulu tonton video youtube aku ini. Isinya seputar buku apa saja yang ada di sana dan videonya gak lebih dari 8 menit kok hehe )

Books,Books and Wolf :)


Kalau saat menulis profil di medsos atau dimanapun, aku selalu menambahkan tulisan pecinta buku, bibliophile, bookworm, ataupun booklover sebagai identitas diri. Mengapa? Karena buku bagiku adalah bagian dari diriku. Saat bayi, aku sudah dikenalkan papa sama yang namanya buku. Papa selalu memotret semua anak beliau diatas tumpukan buku yang berserakan sedari anak-anaknya masih kecil haha. Lemari buku beserta isinya selalu jadi salah satu barang paling berharga yang ada di rumah. Sewaktu sekolah pun aku terbiasa menghabiskan waktu di perpustakaan dan bahkan pernah beberapa kali mendapatkan hadiah sebagai murid teladan membaca dan menulis dari guru di perpus hehehehe

Sebagai orang yang cinta buku dan menyebut buku sebagai 'kekasih hati' (kinda weird, I know..), aku tentu memandang miris kebiasan warga negara kita yang memandang buku sebelah mata, alias gak penting-penting amat. Minat membaca negara kita bukan rahasia memang tergolong rendah. Dan gak butuh mengamati survei berbegai lembaga untuk tahu hal itu, cermati aja orang-orang disekitar kita berapa banyak yang sering kita lihat nenteng buku ditangannya?

Tapi, seiring berkembangnya jaman pola pikir pun berubah. Seperti halnya sekarang ini. Ada banyak event  buku yang kerap diselenggarakan di Indonesia. BIG BAD WOLF pun salah satunya. Dan dari event-event seperti inilah kita dapat melihat, bahwa masyarakat kini lebih menghargai yang namanya buku dan banyak diantaranya mulai menjadikan membaca sebagai prioritas dalam menggali ilmu.


Di sini tempat ambil tiket Preview Pass


10 Aug 2018

Story From The Past : Drawing Graphic Arts

August 10, 2018 30 Comments


Icha is my nickname and Lakawa is family name :)

I remember the time when I was very active at drawing. Drawing graphics using only PaintTool SAI (that I downloaded after visiting one of japanese website) and also with Mouse, I drawed alot of stuff. Some graphics turned into GIF and you can see it upstairs the bunny couple GIF is one of it. The concept is about spending time together and being lovey dovey at christmas eve night hehe

I was really happy about it. Nobody taught me how to do the drawing, I just do it after saw many cute graphics and thinking I want to make one too. I search for tutorial but it didn't show much back then. So basically how I can do all of the graphic things is because I think I already had creativity and artist  soul in my blood lol *bighead  I know XD 

You know, mostly I draw bunny graphic and the reason of it's because:
1) is adorable
2) is very easy to draw :)
3) I like it :D

By the time after I draw the first graphic of bunny, I draw another and another again until I ended up draw alot of it. It's actually the reason why I name my blog Bunnyawn.blogspot.com , because back then everytime I draw a bunny, I always yawn too at the same time ^^

The first graphic GIF that I made. It supposed to be bunny but now that I think about it, it doesn't really looks like that (?)


Follow Us @soratemplates